Pas lagi maen2 ke forumnya Universitas Brawijaya dapet posting menarik, gini postingnya :

 

Senioritas itu dibutuhkan di saat sistem “pressing” diterapkan saat ospek. Itu mutlak diperlukan agar tercipta kondisi yg kondusif utk “pressing” terjadi. Kondisi pressing hanya terjadi antara pihak yg superior thd yg inferior. Ini terkait dengan situasi psikologis agar pressing bisa berlangsung dengan baik. Mana mungkin pihak yg setara mempressing pihak lain? Secara psikologis, pihak yg setara akan bisa melawan/menolak dipressing oleh kawannya sendiri khan??

 

Sekarang pertanyaannya adalah, apakah ospek masih menghendaki bentuk2 pressing sbg bentuk aplikasi dari kata “pembinaan” thd maba? Jika memang pressing tidak dibutuhkan lagi, maka senioritas bisa kita hapuskan dari kampus.

 

Bagi saya pribadi, pressing masih kita perlukan, karena dalam penderitaan dapat kita temukan hikmah. Dan apakah yang kita dapatkan dari kesenangan selain kesenangan itu sendiri? Syukur2 jika kita bisa bersyukur, yang seringkali kita lupakan karena terlena dengan kesenangan2 tsb. Orang cenderung lupa jika kaya, sehat, dan bergembira, namun mudah sekali menjadi baik, berdoa, dan mudah mengingat kepada Tuhan jika dihadapkan kepada kesulitan. Kesenangan2 sedikit sekali memberikan pelajaran, sedangkan penderitaan banyak memberikan manfaat, utamanya bagi pembinaan pribadi.

 

Bukankah setelah kesulitan itu ada kemudahan? Dan sesungguhnya setelah kesulitan itu ada kemudahan? Kita akan mengerti dan paham bagaimana penderitaan orang yang lapar dengan merasa ikut lapar. makanya orang Islam disuruh berpuasa. Kita akan bisa menumbuhkan rasa solidaritas kepada kaum papa, dengan menempatkan maba merasakan penderitaan kaum papa. Itu idenya. Dari sanalah ide2 ospek penuh dengan kekerasan & penderitaan berasal.

 

Sengaja nggak saya potong biar yang baca bisa memahami dengan utuh apa yang di maskudkan oleh si pengirim ini.Kalau udah baca saya harap kasih komentar.Soalnya topik yang satu ini lagi seru-serunya di bahas di forum-forum kampus.

Di bagian pertama ini khusus buat yang makai kernel 2.6.x, soalnya yang 2.4.x masih dalam proses kompilasi, belum dicoba keberhasilannya.OK mari pasang mode debug on.

 

  • apt-get install kernel-package libncurses5-dev fakeroot wget bzip2 build-essential -> fakeroot, wget, bzip2 optional.Soalnya ada yang lebih suka pakai sudo daripada fakeroot, buat wget ada yang lebih suka download via web browser, bzip2 biasanya udah default waktu instalasi pertama.

  • Download source kernel terbaru di http://www.kernel.org/pub/linux/kernel/v2.6/.

  • Setelah selesai download taruh di direktori /usr/src.

  • Ekstrak deh -> tar xjf linux-2.6.21.3.tar.bz2, atau buat yang mau tau proses ekstrasinya -> tar xjvf linux-2.6.21.3.tar.bz2.

  • Selanjutnya make clean && make mrproper.

  • Terus cp /boot/config-`uname -r` ./.config -> ini buat nyamain konfigurasi sama kernel yang udah terpasang, kalau mau customize sendiri lewati aja yang ini.

  • Selanjutnya ketik aja make menuconfig.

  • Pilih module apa saja yang akan di load, setelah selesai tekan exit, anda akan ditawari pilihan untuk menyimpan dengan nama apa konfigurasi kernel yang baru, yang ini biarkan default aja.

  • Setelah itu make all, make modules_install, make install.Di bagian ini di tuntut kesabaran anda, soalnya prosesnya agak lama.Bisa ditinggal ngegame atau browsing, tapi kalau saya biasanya saya tinggal tidur :) .

  • Selanjutya depmod 2.6.21.3.

  • Terus install dulu mkinitrd-yaird -> ini aplikasi buat mengcreate ramdisk.

  • apt-get install yaird.

  • Setelahnya buat ramdisk -> mkinitrd.yaird -o /boot/initrd.img-2.6.21.3 2.6.21.3.

  • Setelah selesai update grubnya -> update-grub -> ini khusus debian 4.0, kalau versi di bawahnya mesti edit /boot/grub/menu.lst secara manual.

  • Selesai deh, reboot, pada grub pilih kernel yang baru sambil berdoa biar nggak crash.

  • Kalau bisa booting dengan lancar maka kompilasi kernel berhasil, kalau crash kayak kernel panic, atau keluar error nya + gak bisa booting ulangi langkah di atas.

O iya hampir lupa semua langkah di atas di lakukan pada user root, terserah mau pakai sudo atau pakai fakeroot.Gambarnya tar aja ya, belum sempat ngapture.

OMB tinggal menghitung minggu atau bahkan hari aja, para panitia udah repot buat bikin konsep, ngajuin proposal, dan ngurusin segala kebutuhan buat OMB ini.Di forum-forum kampus juga udah mulai rame dengan diskusi mengenai OMB, Ospek atau apalah namanya.Para senior-senior juga udah mulai siap-siap buat ngeramein acara tahunan ini.Yang jadi pertanyaan adalah masih samakah konsep tahun ini dengan tahun2 yang lalu?????konsep yang sama selama bertahun-tahun, atribut macem2 (walaupun di kampus ini tidak terlalu macem2 :-) ), ngerjain penugasan sampai pagi, terus di barisin di lapangan pagi2 + di marah-marahin, banyak maba yang ngantuk saat materi.Kalau masih pakai konsep yang gini2 terus mungkin SK rektor yang melarang mahasiswa mengikuti kegiatan kemahasiswaan di luar yang telah di setujui oleh pihak rektorat perlu di revisi ulang menjadi kegiatan OMB harus di hapuskan.

Sebenarnya saya juga kurang setuju jika OMB harus di hapuskan, karena melalui OMB ini di harapkan para mahasiswa baru cepat beradaptasi dengan kehidupan kampus, bukan hanya dalam segi akademik tapi juga dalam segi non akademik.Tapi jika masih memakai cara seperti ini terus maka yang di dapat cuma gerutuan dan caci maki dari para maba.Tetapi untuk mengubah konsep juga bukan hal yang muda, kenapa?????karena masih banyak orang yang menghendaki cara lama seperti itu masih di pakai.So……sekarang apa solusinya.Ini dia solusinya……..yang pertama…..dan yang paling penting.Konsep harus di rubah total.Terutama di bagian penugasan.Karena di bagian ini lah yang sering menjadi beban berat bagi para mahasiswa baru.Karena di bagian ini lah yang membuat para mahasiswa baru sering tidur pada waktu materi (yang menurut saya malah di situ arti orientasi sebenarnya).Yang kedua…..panitia harus bisa lebih mengendalikan para senior yang ikut meramaikan kegiatan ini.Kalau memang suadah di jadwalkan ya nggak masalah, yang jadi masalah mereka2 yang ngaku senior tapi gak tau aturan dan masuk arena OMB pada waktu yang tidak di tentukan dan buat acara jadi gak karuan.Terakhir buat panitia selamat bekerja, tunjukkan bahwa tahun ini lebih baik daripada tahun kemarin, jangan lupa juga senin besok ada simulasi, dari situ bisa di evaluasi apakah konsep tahun ini lebih baik dari tahun kemarin, jangan sampai karena konsep yang nggak jelas membuat kegiatan yang sebetulnya mempunyai nilai lebih ini di haramkan oleh pihak manajemen.

xfce vs gnome vs kde

12 August , 2007

3 aplikasi desktop ternama di install dalam satu distribusi, debian 4.0, ini screenshoot nya, yang xfce belum di capture.
Untuk masalah keindahan saya kira gak ada masalah tiga2 nya udah indah dan nyaman senyaman kita makai M$.Untuk masalah performa untuk komputer standar jaman sekarang juga sama aja.Tapi kalau kita pakai komputer jaman purba ya mendingan pakai xfce aja, enteng tapi tetep indah nan menawan.


kdeondebian.png

KDE

gnomeondebian.png

GNOME

xfce.png

XFCE

KDE on Debian Etch

11 August , 2007

Akhirnya janjiku teringkari deh…….dulu ngomongnya anti KDE tapi………sekarang nulis blog ini pakai Debian Etch+K Desktop Environment.Awalnya iseng2 aja, lihat KDE nya temen di Slackie 12 kok kayaknya asik, ya udah langsung aja apt-get install kde.Habis install langsung logout, login lagi pilih KDE dannnnn………..duaaarrrr keluar pesan error yang isinya kira-kira gak bisa nulis di direktori yang disebutin.Langsung aja pasang mode debug on.Setelah otak atik bentar taraaaa………muncul deh KDE di Debian Etch.Ini dia screenshootnya.

kdeondebian.png